Jumat, 31 Desember 2021

ISTRI YANG ANEH

 


Jika dipikir-pikir saya itu memang  istri yang aneh. Berkali-kali suami bilang jika saya adalah istri yang aneh dan berbeda dengan istri teman-temannya. Pagi-pagi buta disaat suami dan anak masih tertidur saya sudah menyiapkan sarapan tanpa berkeluh kesah. Mereka tinggal bangun, sholat dan sarapan. Disaat istri-istri lain suka teriak dan ngoceh dengan aktifitas sehari-hari, saya tidak merasakan sama sekali keruwetan dalam menjalankan tugas sebagai istri, ibu dan menantu. Terkadang suami sering kaget, mendengar gagasan saya yang ada-ada saja tentang orang tua suami. “ Pa, kita ajak jalan-jalan yuk!” “Kita buatkan makanan kesukaan ibu yuk!” “Kita tidur tempat ibu yuk!” Semua ide tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan suami, tiba-tiba jadi, tiba-tiba siap. Suami yang bekerja sebagai ASN sering pulang sore hanya termangu-mangu melihat keanehan saya. Sampai usia pernikahan masuk usia 13 tahun, belum pernah sekalipun anggota keluarga, keluar rumah tanpa sarapan ataupun mengeluh dengan kegiatan suami.

 

Pernah suatu siang, saya mendapatkan pesan WA dari kantor suami untuk menghadiri kegiatan dharma wanita. Kebetulan momentum waktu itu adalah perayaan hari ibu. Anehnya saya begitu bersemangat mempersiapkan kegiatan itu. Mulai dari sepatu hitam, tas hitam, beserta seragam orange kesukaan saya pun dipersiapkan sedemikian rupa. Disaat para istri ASN enggan ikut kegiatan DW saya justru penuh semangat. Untungnya suami sabar menghadapi keanehan saya.  Beliau begitu memahami bahwa saya bangga menjadi istri ASN apalagi mengenakan baju seragam yang menurutku, membuatku paling cantik dijagat raya. Suami pun bangga ketika saya menggandeng tangannya yang kekar lalu duduk disampingnya sembari bercengkrama.  Lagi-lagi suami begitu sabar dengan keanehan saya.

 

Sampai saat ini pun saya masih merasa bahwa  tidak semua orang seberuntung saya, menjadi istri ASN dan memiliki kesempatan belajar bersama ibu-ibu hebat diluar sana. Bersama mereka, saya banyak belajar tentang bagaimana menjadi wanita cakap yang bisa mendidik anak, mengurusi keluarga dan sekaligus mandiri. Karena mengikuti kegiatan dharma wanita, saya jadi memahami sebuah organisasi yang didalamnya terdapat kumpulan istri-istri Aparatur Sipil Negara ini. Dharma wanita berdirinya sejak 22 tahun yang silam. Konon katanya tujuan utama dari berdirinya dharma wanita adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga ASN sehingga dapat mencapai kesejahteraan Nasional. Dan lebih menarik lagi saat itu saya menjadi tahu bahwa tugas pokok dharma wanita adalah membina anggota,   memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kepedulian social dan kekeluargaan. Ada hal yang paling menarik menurut saya adalah tentang pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan dengan menekankan kepribadian serta berbudi pekerti luhur. Keren bukan! Makanya saya rela dikatakan istri aneh oleh suami. Dan manfaatnya betul-betul telah saya rasakan. Saya bisa merasakan besarnya manfaat menjaga Kesehatan mental supaya saya dapat menjalan tugas sebagai istri sekaligus sebagai istri dengan hati yang ringan dan bahagia.

 

Menurut saya salah satu peran dharma wanita adalah dalam pemberdayaan perempuan di era digital supaya dapat mendukung terwujudnya ketahanan keluarga yang berkualitas dan kritis terhadap isu-isu local. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini, banyak isu-isu yang berkembang dimasyarakat yang tentu saja itu tidak mendidik. Sehingga peran keluarga sangat penting supaya tetap berada pada koridor yang benar. Melalui kegiatan dharma wanita persatuan Lubuk linggau saya mendapatkan pengalaman menarik dan bermakna. Terutama dalam Kesehatan mental dan ketahanan keluarga. Semoga dharma wanita persatuan kota Lubuk linggau terus memberikan edukasi kepada istri-istri ASN kota Lubuklinggau agar menjadi salah faktor pendukung dalam kemajuan dan kemakmuran.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung

Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional

Assalamulaikum teman-teman semua calon guru penggerak dimana saja. Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman mengikuti program calon gu...