Senin, 23 Agustus 2021

KERAJINAN TEKSTIL #prakaryakelas7

 


Pengertian, Contoh dan Jenis Kerajinan Tekstil Lengkap Beserta Gambarnya

Kerajinan Tekstil – Kamu tentu pernah suatu hari pergi jalan-jalan ke mall. Atau, kamu juga pernah menghabiskan waktu di pusat-pusat fashion Indonesia di Bandung dan Yogyakarta, atau malah kamu pernah ke New York, ibu kota fashion dunia.

Di tempat-tempat itu, kamu akan menemui berbagai produk fashion. Bandung tekenal dengan industri kaos yang terkenal, begitu pula Yogyakarta yang memiliki produk kaos lokal dengan ciri khas budaya jawa.

Sekarang kamu tentu tahu tren kaos polos kan? Ya, kaos polos yang saat ini booming adalah salah satu bentuk  dari perkembangan industri fashion.

 

Pengertian, Contoh dan Jenis Kerajinan Tekstil Lengkap Beserta Gambarnya

Kerajinan Tekstil – Kamu tentu pernah suatu hari pergi jalan-jalan ke mall. Atau, kamu juga pernah menghabiskan waktu di pusat-pusat fashion Indonesia di Bandung dan Yogyakarta, atau malah kamu pernah ke New York, ibu kota fashion dunia.

Di tempat-tempat itu, kamu akan menemui berbagai produk fashion. Bandung tekenal dengan industri kaos yang terkenal, begitu pula Yogyakarta yang memiliki produk kaos lokal dengan ciri khas budaya jawa.

Sekarang kamu tentu tahu tren kaos polos kan? Ya, kaos polos yang saat ini booming adalah salah satu bentuk  dari perkembangan industri fashion. Fashion adalah salah satu turunan kerjainan tekstil. Ya, kerajinan tekstil saat ini sering dijumpai di kehidupan sehari-hari kita. Topi, kaos, kemeja, bahkan handuk adalah hasil turunan dari kerajinan tekstil.

 

ebelum membahas lebih jauh mengenai kerajinan tekstil, tentunya kamu harus tahu dong pengertian dari kerajinan tektil itu sendiri. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita manusia kamu harus tau apa itu kerajinan tekstil.

Kerajinan tekstil merupakan sebuah karya seni yang terbuat dari bahan-bahan tekstil. Tekstil merupakan bahan yang berasal dari serat yang diolah dari benang atau kain. Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari benang.

Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara pressing. Istilah tekstil sendiri dalam penggunannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya yang sudah bisa digunakan.

Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsinan, atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain dalam tenunan atau rajutan.

Contoh Kerajinan Tekstil

Produk kerajinan tekstil merupakan salah satu sumber budaya luhur bangsa Indonesia. Keragaman bahan baku dan keterampilan daerah di Indonesia menghasilkan keragaman produk kerajinan tekstil di Indonesia.

Menjaga dan melestarikan salah satu sumber kebudayaan bangsa tentunya menjadi kewajiban bagi siapapun yang mendiami negeri ini. Kamu tentu harus tahu, produk-produk kerajinan tekastil apa saja yang ada di Indonesia.

Kerajinan Tekstil Tradisional

Kerajinan tekstil tradisional adalah kerajinan yang dibuat secara mnual dengan tangan manusia, atau dengan kata lain tanpa menggunakan bantuan mesin. Kerajinan tekstil tradisional umumnya memiliki harga dan nilai seni tinggi.

Kelebihan utama kerajinan tekstil tradisional, selain memiliki harga dan nilai seni tinggi adalah daya tahannya yang sangat bagus. Selain itu, karena dibuat dengan tangan manusia dan terbatas jumlahnya, kerajinan tekstil tradisional memiliki nilai eksklusif tinggi.

Selain memiliki kelebihan, kerajinan tekstil tradisional juga memiliki beberapa kelemahan. Kerajinan tekstil tradisional memiliki kelemahan utama berupa proses produksi yang lama, sehingga membuthkan lebih banyak kesabaran.

Kerajinan tekstil tradisional Indonesia berkembang dengan krativitas daerah setempat, dengan pengaruh dari daerah itu sendiri maupun suku bangsa lain. Posisi geografis Indonesia yang terletak di dua benua dan dua samudera memungkinkan terjadinya persilangan budaya di bidang tekstil.

Fungsi Kerajinan Tekstil Tradisional

Karya kerajinan tekstil di Indonesia, seacar fungsi dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

  • Sebagai pemenuhan sandang bagi tubuh. Sebagai manusia yang beradab, pakaian atau sandang adalah salah kebutuhan dasar. Menutupi tubuh dengan untaian benang berbentuk kain panjang, sarung, dan baju daerah.
  • Sebagai alat bantu kebutuhan rumah tangga. Produk kerajinan tekstil adalah salah satu kebutuhan dalam mempercantik dekorasi dirumah. Kerajinan seperti taplak meja, gorden, dan gendongan banyi lazim ditemui ditiap rumah keluarga Indonesia.
  • Sebagai alat ritual. Ya, Indonesia yang memiliki beraneka suku bangsa, dan masing-masing memiliki tradisinya sendiri-sendiri. Kerajinan songket Palembang, sarung Bali, tenun ulos Sumatera Utara, hingga kait ikat celup dari bagian timur Indonesia adalah contoh kain kerajinan tekstil yang digunakan untuk tradisi.

2. Kerajinan Tekstil Modern

Bila tadi kerajinan tekstil tradisional pada semua prosesnya menggunakan tenaga manusia, maka kerajinan tekstil modern berbeda. Kerajinan tekstil modern menggunakan mesin canggih sebagai alat pembuatnya, dengan kata lain serba otomatis.

Mengikuti zaman yang semakin canggih, kaerajinan tekstil modern menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki kerajinan batik tradisional. Ya, kelebihan utama kerajinan tekstil modern adalah efisiensi dan tidak menguras banyak tenaga kerja. Selain itu, dengan peralatan canggih membuat kerajinan tekstil modern dapat diproduksi secara massal.

Sebagaimana kelebihan yang dilikinya, kerajinan tekstil modern tak lepas juga dari kekuarangan. Kekurangan kerajinan tekstil modern ini antara lain kualitas bahan yang kurang baik, serta bermasalah pada daya tahan produk.

Fungsi Kerajinan Tekstil Modern

Secara fungsi, kerajinan tekstil modern memiliki perbedaan pada pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari, daripada kerajinan tekstil tradisional. Bila kerajinan tekstil tradisional lebih berfungsi sebagai pelengkap kebutuhan adat, kerajinan tekstil modern adalah berdasar fungsinya untuk kehidupan sehari-hari.

Karya kerajinan tekstil modern di Indonesia, secara fungsi dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

  • Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang. Perkembangan kerajinan tekstil sebagai pemenuhan kebutuhan sandang bukan hanya terbatas pada baju kemeja atau kaos saja. Ada juga untuk melindungi tubuh dari panas, contohnya topi.
  • Sebagai pelengkap dekorasi. Semakin berkembangnya tren dekorasi, kerajinan tekstil modern juga berkontribusi penting sebagai salah satu hal yang selalu dicari untuk kebutuhan dekorasi.

Jenis-jenis Kerajinan Tekstil

Kerajinan Tekstil mempunyai berbagai jenis bentuknya, untuk lebih memahami, silakan simak ulasan berikut:

1. Kerajinan Batik

Batik adalah sebuah karya seni yang mempunyai nilai seni yang tinggi. Untuk membuat kerajinan batik, kamu membutuhkan canting untuk membuat pola gambarnya, menggunakan bahan dari lilin panas.

Teknik pewarnaan kearajinan ini ada dua, Yaitu teknik tutup celup untuk batik tradisional, dan menggunakan cap untuk produksi massal.

2. Kerajinan Sulam

Kerajinan sulam, atau lebih dikenal dengan bordir adalah sebuah hiasan di kain atau bahan lain dengan menggunakan menggunakan benang dan jarum. Kerajinan sulam ini ada dua jenis, yaitu sulam bebas dan sulam hitung jahitan.

Seriring perkembangan teknologi, untuk menjawab kebutuhan pasar yang meningkat setiap waktu kerajinan sulam berkembang menjadi kerajinan bordir sebagai turunannya.

Dalam bordir sendiri, terdapat dua metode dalam pembauatannya. Yang pertama adalah bordir manual menggunakan mesin dan bordir komputer. Teknologi bordir komputer ini berkontribusi penting dalam industri fashion.

Kerajinan yang dihasilkan dari bordir komputer adalah kemeja, dress, seragam karyawan, dan seragam sekolah.

3. Kerajinan Jahit Perca

Perca adalah sisa-sia kain untuk membuat pakaian maupun kerajinan tekstil lainnya. Jahit perca adalah proses proses pembuatan produk kerajinan tekstil dari kain bekas.

Cara membuat kerajinan perca adalah menggabungkan kain perca lalu dijahit menggunakan pola yang sudah yang sudah direncanakan.

4. Kerajinan Jahit Tindas

Jahit tindas atau biasa dikenal dengan teknik quilting, adalah salah satu teknik menghias permukaan kain dengan bahan pelapis. Kemudian dijahit tindas pada permukaan kain.

Teknik jahit tindas ini banyak diaplikasikan pada kerajinan selimut dengan hiasan-hiasan timbul.

5. Kerajinan Tapestry

Kerajonan tapestry adalah salah satu bentuk kerajinan tekstil tertua yang ada didunia. Konsep kerajinan tapestry adalah proses penenunan yang menggunakan dua buah benang saling bersilangan.

6. Kerajinan Cetak Saring

Kerajinan cetak saring lebih dikenal dengan teknik sablon. Teknik ini menggunakan layar sebagai media cetaknya. Layar tersebut terbuat dari bahan nilon dengan pola dan kerapatan yang sudah ditentukan.

Bisa dikatakan, kerajinan cetak saring ini telah berkontribusi pada industri tekstil modern. Industri tekstil yang paling terpengaruh oleh teknik ini adalah konveksi kaos terpercaya.

Kaos sablon adalah salah satu bisnis yang terpengarung teknik cetak saring. Biasanya kualitas kaos sablon sendiri bergantung pada keahlian perajin, serta bahan-bahan cat untuk menentukan menarik atau tidaknya.

7. Kerajinan Tenun

Kerajinan tenun adalah salah satu teknik untuk membuat kain. Di Indonesia sendiri tiap daerah punya corak-coraknya sendiri. Proses pengerjaannya pun menggunakan teknik yang beragam sehingga tiap daerah berbeda coraknya.

8. Kerajinan Makrame

Makrame adalah bentuk seni kerajinan simpul menyimpul dengan menggarap rantaian benang awal dan akhir suatu tenunan dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang tersebut.

Ada beberapa teknik dalam pembuatan makrame. Antara lain rajut atau anyam, pilin, dan simpul. Kerajinan makrame memiliki kesesuaian fungsi, kekuatan, dan keindahan yang berbeda-beda. Fungsi karya bisa terlihat dari penggunaan benda tersebut.

 

 

 

 

Sabtu, 07 Agustus 2021

Biarkan Kami Menjemput Amal dengan Tenang



Percakapan sederhana terjadi di meja makan bersama seorang adik bungsu saya yang bekerja di Rumah sakit Sobirin tepatnya di UGD.

Adik : “Yuk, (panggilan kakak di daerah kami) tadi ada guru minta visum karena dipukul oleh muridnya”

Saya : “Oya?” Saya pura-pura terkejut padahal di dalam hati meringis dan sedih sudah 5 kali dalam satu bulan mendengar berita penganiayaan terhadap guru.

Adik : “Makanya ayuk jangan macam-macam sama murid, udah ngajar aja cukup, nanti kena aniaya murid lagi” 

Saya : “iyalah....” saya diam namun tidak setuju dengan obrolan dengan nada sedikit peringatan dari adik saya.

Menjadi guru adalah bagian dari pilihan hidup. Dari Yogyakarta saya bekerja pada sebuah sekolah di desa terpencil di trans Desa Tugu Sempurna Kec. Muara Kelingi Kab. Musi Rawas propinsi Sumatera selatan. Jarak dari rumah tempat tinggal ke sekolah sejauh kurang lebih 85 Km dengan jarak 3 jam jika tidak hujan. Letak geografis yang jauh dari kecamatan, medannya tanah berlumpur, tanah merah, melewati kebun karet dan kebun sawit membuat guru yang jauh menyiapkan fisik dan mental yang cukup untuk siap “bertempur” . Jika hujan, maka akan sangat licin dan bahkan banjir. Seringkali kami merasakan kehujanan dijalan dan tidur dirumah warga karena tidak bisa kembali maupun melanjutkan perjalanan pulang. 

Sebagai petugas pendidikan yang kami rasakan hampir sama dengan petugas kesehatan. Namun tak senyaman petugas kesehatan, yang setiap bertugas mengobati pasien selalu dipanggil dan dijemput langsung oleh keluarga pasien, sehingga merasa aman. Namun sebaliknya yang terjadi terhadap guru, guru seringkali mengalami kejahatan didalam perjalanan. Seperti ada guru SD yang dibunuh sebelum dirampok, kepala sekolah dirampok dirumahnya, guru diambil motornya, guru gadis di intip oleh salah satu warga dan lain sebagainya. Itu yang terjadi di luar lingkungan sekolah sesuai fakta. Ada lagi yang terjadi dalam lingkungan sekolah. Seharusnya yang dirasakan oleh guru tidak demikian. Rasa aman, tenang dan nyaman dalam bertugas itu yang dibutuhkan oleh seorang pendidik.

Pertanyaannnya adalah Apakah di dalam sekolah juga demikian? Ini adalah pengalaman yang saya alami sendiri. Menjadi pembina osis merupakan tanggungjawab yang menantang bagi saya. Berbaur dengan anak-anak, melatih kedisiplinan, persahabatan, cinta, motivasi, dan banyak hal lain yang membuat kepuasan tersendiri bagi saya. Bagiku itu menarik sekali, hilang rasa capek, hilang rasa letih, meskipun pulang kerumah harus memberikan latihan khusus kepramukaan pada anak-anak SD.

Pada suatu pagi, suasana hening dan tenang di sekolah. Suasana hening Menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran sedang dilakukan. Jam di dinding koridor sekolah menunjukkan Pukul 09.00 WIB. terlihat guru olahraga sedang mengajarkan siswa cara melompat jauh. Sesuai janji hari itu, Rabu, saya akan mendisiplinkan baju, celana, rambut dan atribut-atribut yang tidak dibutuhkan dalam belajar.  Itu sudah ada dalam perjanjian awal tahun saat penerimaan siswa baru dan sudah ditandatangani orang tua siswa. Proses yang kami sebut “RAZIA” sudah 90 persen dilaksanakan. 80 persen yang bermasalah adalah pada bagian rambut dan celana pensil. Tibalah saya pada seorang siswa yang rambutnya tidak normal. Pendek pada pinggir namun panjang pada tengah kepala. Saya, selaku pembina osis tentu saja tidak sepakat dengan potongan rambut itu, alasannya selain  konsisten dengan aturan juga tak ingin anak yang lain meniru, jika tidak saya tindaklanjuti. Maka dengan sedikit guyonan saya memotong rambut anak tersebut, sambil secara tidak langsung memberitahu anak yang lain bahwa semua siswa diperlakukan sama, meskipun anak guru, anak kepala sekolah ataupun anak Staf TU. Karena kebetulan yang saya potong adalah ternyata anak seorang staf TU.

Selang beberapa menit setelah selesai proses “razia” orang tua dari siswa yang saya potong yang juga kebetulan anak seorang staf TU kami, memprotes dan marah-marah. Ini untuk kesekian kalinya hal ini terjadi, yaitu protes dari orang yang sama yang merupakan teman kami sendiri. Staf TU protes, mengomel hingga tak puas mendatangi saya. Saya saat itu merasa sudah melakukan SOP yang benar, jadi ikut emosi dan marah. Hingga saling jontok-jontokan.

Hal ini sudah terjadi pada 2 tahun yang lalu. Hingga saat ini, saya masing mengenangnya.perselisihan itu sempat terjadi hingga 1 tahun tidak bertegur sapa. Yang saya rasakan adalah, mengapa teman saya ga paham jika saya menyayangi anaknya, bukan berati saya akan membuatnya malu, bodoh atau apapun. Bahkan saya sangat peduli dengan anaknya. Sebagai contoh, dan pamong yang baik untuk mengutamakan kedisiplinan. Bahkan karena hal itu saya sudah merasakan kekerasan verbal.

Hingga saat ini, masih terngiang , dan mengganjal dihati, bukan karena dendam, namun, merasa betapa lemahnya perlindungan terhadap guru, meskipun dari teman sendiri. Dari kekerasan fisik, kekerasan verbal, pelecehan seksual, kekerasan hak untuk mengeksplore diri, hak untuk mendisiplinkan dan kenyamanan serta keamanan tidak sama sekali guru dapatkan. Apalagi jika sudah sertifikasi cair. Guru akan diincar dan cari keberadaannya. Karena uangnya banyak pada saat itu.

Saya sebenarnya ingin guru merasakan keamanan, kenyamanan, dan ketenangan dalam menjalankan tugas anak bangsa. Sehingga bisa maksimal dalam menjalankan tugas  mencerdaskan anak bangsa ini.

Rabu, 04 Agustus 2021

Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran IPA

Bosan dengan Meet? 
Atau sering share video pembelajaran, tapi sayangnya video yang di share bukan hasil karya sendiri 🤭...
Pengen bisa.....atau iri ....kok bisa sih videonya keren dan menarik.....
Nah MGMP IPA Musi Rawas kembali memberikan wadah untuk belajar bersama dalam kegiatan virtual pelatihan membuat video pembelajaran IPA khusus untuk  guru IPA Musi Rawas....
Pelatihannya selama 4 hari secara syncronous dan Asyincronous dan ....ada sertifikat 32 JPnya loh ... gratis lagi dan peserta terbatas untuk 80 peserta saja. 
Kenapa...? Agar benar-benar bisa kita lihat keberhasilannya...
Dan yang paling penting nanti bisa tuker-tukeran link YouTube, iya ga sih .. 🤭🤭🤭 karena proses pembuatan  videonya lama, jadi bolehlah sementara pake YouTube teman sendiri sesama guru IPA di Musi Rawas.. 
Yuk guru IPA daftar.. itung-itung buat melepaskan kangen secara virtual...
Kontak narahubung ya ...
Atau bisa langsung daftar di link berikut: 
https://bit.ly/PendaftarnPelatihan_VideoIPA_MGMPIPA2021


 

Selasa, 03 Agustus 2021

Soal Online

Kerajakan soal online di bawah ini (Token 123ABC)

RPP IPA Kelas IX Semester 1

Sudah memasuki bulan ke dua setelah tahun ajaran baru. masih belum punya RPP IPA kelasIX, yuks Bapak ibu lihat contoh RPP IPA kelas IX yang bisa di unduh di sini 


terima kasih atas kunjungannya







Silabus IPA Kelas IX

berikut saya sematkan Silabus IPA kelas IX, silahkan buka link berikut !



terima kasih sudah berakunjung...




Penelitian Tindakan Era Pandemi

Bingung ga sih gimana caranya melakukan penelitian tindakan di era pandemi..simak yuk materi dari Prof. Sugiono berikut..silahkan diunduh agar manfaatnya lebih barokah...



terima kasih atas kunjungannya

Buku IPA Kelas IX

 Silahkan baca dan download materi di buku IPA kelas 9 



Motivasi Pendidikan

silahkan baca blog ECHA.id https://bajomusirawas.blogspot.com/2021/08/mengenal-ikatan-guru-indonesia-igi.html

Pelatihan Sagusablog Ikatan Guru Indonesia

 Hanya IGI yang konsisten mengembangkan kompetensi guru di berbagai pelosok pulau. Seperti saya saat ini yang telah mengikuti kegiatan IGI Sagusablog dengan trainer handal Mr. Mung. Yuk intip-intip blog sang master


https://www.mrmung.com/p/modul-kelas-dasar.html

Mengenal Ikatan Guru Indonesia (IGI)

 katan Guru Indonesia (IGI) adalah organisai guru yang diinisiasi sejak tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia dibawah kepemimpinan Ahmad Rizali Dan secara resmi berbadan hukum pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009 dengan Ketua Umum Satrian Dharma dan Sekjen Muhammad Ihsan dari Jatim serta Indra Djati Sidi dari Jawa Barat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Kepengurusan tahun 2016-2021 telah terdaftar di kementerian Hukum dan HAM dengan surat keputusan nomor AHU-0000308.A.H.01.08.Tahun 2016 dengan Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim dari Sulawesi Selatan.

Kepengurusan tahun 2021-2026 terdaftar di kementerian hukum dan HAM IGI dengan surat keputusan nomor: AHU-0000332.AH.01.08 Tahun 2021 dengan Ketua Umum Danang Hidayatullah dari DKI Jakarta.


Menjadi Guru Adalah Sebuah Pilihan Hidup


Menjadi guru adalah bagian dari pilihan hidup. Dari Yogyakarta saya bekerja pada sebuah sekolah di desa terpencil di trans Desa Tugu Sempurna Kec. Muara Kelingi Kab. Musi Rawas propinsi Sumatera selatan. Jarak dari rumah tempat tinggal ke sekolah sejauh kurang lebih 85 Km dengan jarak 3 jam jika tidak hujan. Letak geografis yang jauh dari kecamatan, medannya tanah berlumpur, tanah merah, melewati kebun karet dan kebun sawit membuat guru yang jauh menyiapkan fisik dan mental yang cukup untuk siap “bertempur” . Jika hujan, maka akan sangat licin dan bahkan banjir. Seringkali kami merasakan kehujanan dijalan dan tidur dirumah warga karena tidak bisa kembali maupun melanjutkan perjalanan pulang. 

Sebagai petugas pendidikan yang kami rasakan hampir sama dengan petugas kesehatan. Namun tak senyaman petugas kesehatan, yang setiap bertugas mengobati pasien selalu dipanggil dan dijemput langsung oleh keluarga pasien, sehingga merasa aman. Namun sebaliknya yang terjadi terhadap guru, guru seringkali mengalami kejahatan didalam perjalanan. Seperti ada guru SD yang dibunuh sebelum dirampok, kepala sekolah dirampok dirumahnya, guru diambil motornya, guru gadis di intip oleh salah satu warga dan lain sebagainya. Itu yang terjadi di luar lingkungan sekolah sesuai fakta. Ada lagi yang terjadi dalam lingkungan sekolah. Seharusnya yang dirasakan oleh guru tidak demikian. Rasa aman, tenang dan nyaman dalam bertugas itu yang dibutuhkan oleh seorang pendidik.

Pertanyaannnya adalah Apakah di dalam sekolah juga demikian? Ini adalah pengalaman yang saya alami sendiri. Menjadi pembina osis merupakan tanggungjawab yang menantang bagi saya. Berbaur dengan anak-anak, melatih kedisiplinan, persahabatan, cinta, motivasi, dan banyak hal lain yang membuat kepuasan tersendiri bagi saya. Bagiku itu menarik sekali, hilang rasa capek, hilang rasa letih, meskipun pulang kerumah harus memberikan latihan khusus kepramukaan pada anak-anak SD.

Pada suatu pagi, suasana hening dan tenang di sekolah. Suasana hening Menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran sedang dilakukan. Jam di dinding koridor sekolah menunjukkan Pukul 09.00 WIB. terlihat guru olahraga sedang mengajarkan siswa cara melompat jauh. Sesuai janji hari itu, Rabu, saya akan mendisiplinkan baju, celana, rambut dan atribut-atribut yang tidak dibutuhkan dalam belajar.  Itu sudah ada dalam perjanjian awal tahun saat penerimaan siswa baru dan sudah ditandatangani orang tua siswa. Proses yang kami sebut “RAZIA” sudah 90 persen dilaksanakan. 80 persen yang bermasalah adalah pada bagian rambut dan celana pensil. Tibalah saya pada seorang siswa yang rambutnya tidak normal. Pendek pada pinggir namun panjang pada tengah kepala. Saya, selaku pembina osis tentu saja tidak sepakat dengan potongan rambut itu, alasannya selain  konsisten dengan aturan juga tak ingin anak yang lain meniru, jika tidak saya tindaklanjuti. Maka dengan sedikit guyonan saya memotong rambut anak tersebut, sambil secara tidak langsung memberitahu anak yang lain bahwa semua siswa diperlakukan sama, meskipun anak guru, anak kepala sekolah ataupun anak Staf TU. Karena kebetulan yang saya potong adalah ternyata anak seorang staf TU.

Selang beberapa menit setelah selesai proses “razia” orang tua dari siswa yang saya potong yang juga kebetulan anak seorang staf TU kami, memprotes dan marah-marah. Ini untuk kesekian kalinya hal ini terjadi, yaitu protes dari orang yang sama yang merupakan teman kami sendiri. Staf TU protes, mengomel hingga tak puas mendatangi saya. Saya saat itu merasa sudah melakukan SOP yang benar, jadi ikut emosi dan marah. Hingga saling jontok-jontokan.

 Hal ini sudah terjadi pada 2 tahun yang lalu. Hingga saat ini, saya masing mengenangnya.perselisihan itu sempat terjadi hingga 1 tahun tidak bertegur sapa. Yang saya rasakan adalah, mengapa teman saya ga paham jika saya menyayangi anaknya, bukan berati saya akan membuatnya malu, bodoh atau apapun. Bahkan saya sangat peduli dengan anaknya. Sebagai contoh, dan pamong yang baik untuk mengutamakan kedisiplinan. Bahkan karena hal itu saya sudah merasakan kekerasan verbal.

Hingga saat ini, masih terngiang , dan mengganjal dihati, bukan karena dendam, namun, merasa betapa lemahnya perlindungan terhadap guru, meskipun dari teman sendiri. Dari kekerasan fisik, kekerasan verbal, pelecehan seksual, kekerasan hak untuk mengeksplore diri, hak untuk mendisiplinkan dan kenyamanan serta keamanan tidak sama sekali guru dapatkan. Apalagi jika sudah sertifikasi cair. Guru akan diincar dan cari keberadaannya. Karena uangnya banyak pada saat itu.

Saya sebenarnya ingin guru merasakan keamanan, kenyamanan, dan ketengan dalam menjalankan tugas anak bangsa. Sehingga bisa maksimal dalam menjalankan tugas  mencerdaskan anak bangsa ini.


Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional

Assalamulaikum teman-teman semua calon guru penggerak dimana saja. Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman mengikuti program calon gu...