Ketidakharmonisan keluarga adalah suatu hubungan keluarga yang didalamnya muncul sebuah konflik biasanya dipandang sebagai sebuah perselisihan yang bersifat permusuhan sehingga membuat hubungan dalam keluarga tersebut tidak berfungsi dengan baik. Ketidakharmonisan didalam sebuah keluarga dapat berpengaruh terhadap karakter dan kesehatan mental ibu dan anak, karena keluarga merupakan lingkup yang paling dekat dengan anak. Apa yang anak lihat dan dengar itu lebih banyak dilingkup keluarga jadi wajar peran keluarga dalam karakter, perilaku dan kesehatan mental anak terpengaruh lebih banyak karna apa yang dia lihat dan dengar dari orang tuanya.
Saya
pernah berbincang pada sebuah keluarga tanggal 29 Oktober 2021, di Desa Marga
Bakti pada hari Jumat pukul 09 .00 WIB. Di sebuah keluarga ditemukan keluarga
broken home, ayah dan ibunya telah bercerai dan meninggalkan anak yang tinggal
bersama nenek dan ibunya. Ibunya bekerja sebagai seorang petani dan Ayahnya
bekerja sebagai sopir muatan barang. Dari wawancara yang saya lakukan langsung,
korban dari broken home melalui anaknya dapat disimpulkan kondisi keluarganya atau orang tuanya yang
tidak harmonis, tidak seperti keluarga teman seumurannya yang rukun,dan damai. Sementara
ibunya lebih terkena mental lagi karena harus bekerja sendiri.
Jadi,
disini keluargalah yang bertanggung jawab dalam perkembangan sosial anak.
Karena pada hakekatnya, keluargalah wadah pembentukan masing-masing anggota
keluarganya. Selain sebagai pembentukan masing-masing anggota terutama anak, peranan
terpenting dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan anak baik kebutuhan fisik
maupun psikis.
Pada
dasarnya, orang yang mengalami gangguan mental adalah seseorang yang lemah
secara psikis. Lemah secara psikis ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti
keadaan jasmani dan mental yang kurang berkembang dan rapuh, pada bidang
sosial, kesusilaan yang rendah serta keimanan dan ketaqwaan yang dangkal. Saya
jadi teringat dengan apa yang disampaikan oleh bunda Oleh Hj. Yetti Oktarina Prana yang
disampaikan beliau pada momentum peringatan hari ibu yang diadakan oleh organisasi
dharma wanita persatuan kota Lubuk Linggau. Beliau menyampaikan, “Ada dua
prinsip yang dapat menjadi pedoman dalam mengelola kesehatan mental keluarga
yaitu kelola diri orangtua supaya tetap harmonis serta ajak dan dampingi anak. Mengelola
mental sebagai orangtua dimulai dari mengelola emosi pribadi, mengolah cara
berpikir dan mengelola lingkungan fisik dan mental terutama pada ibu”. Lanjut
beliau.
Sangat
menarik dan saya sepakat dengan pernyataan beliau. Disini peran organisasi
wanita sangatlah penting. Tidak semua orang tua memahami Kesehatan mental diri
sendiri dan anak sehingga Kesehatan mental ini sebenarnya sangat besar
pengaruhnya terhadap ketahanan keluarga. Dari apa yang dijelaskan tanpa sengaja
sudah membuka pikiran saya atas pengalaman pribadi yang pernah saya temui.
Itulah mengapa saya senang bila diajak dalam kegiatan seminar atau pertemuan
yang diadakan oleh Dharma Wanita, karena banyak pelajaran yang bisa saya ambil
dari setiap pertemuan.
Sebagai
salah satu istri ASN, saya masuk dalam keanggotaan dharma wanita persatuan kota
Lubuk Linggau sejak tahun 2010, banyak pengalaman menarik yang saya dapat Sebagai
organisasi independen, dharma wanita memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan
kualitas sumber daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional
yang memiliki tugas pokok yaitu “Membina anggota, memperkukuh rasa persatuan
dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan
kerjasama dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kepedulian sosial dan
melakukan pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian serta berbudi pekerti
luhur.
Dharma wanita persatuan mengambil peran yang
sangat strategis dalam kesejahteraan dan ketahanan sebuah keluarga. Dimana
keluarga merupakan kelompok terkecil dalam masyarakat, serta merupakan rantai
kehidupan yang bersejarah dalam perjalanan hidup manusia. Ataupun dengan kata
lain, keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat, akan tetapi
mempunyai pengaruh yang besar bagi bangsa dan Negara. Dalam relasi keluarga, peran wanita menjadi sentral karena
kualitas hidup wanita atau perempuan juga akan memberikan pengaruh besar pada
Kesehatan mental dan ketahanan keluarga.
Ada beberapa program menarik yang telah
dilaksanakan oleh dharma wanita persatuan kota Lubuk Linggau, selain lomba,
pelatihan/seminar, ada juga pemulihan bisnis usaha mikro kecil dan
menengah(UMKM). Sangat bermanfaat, terutama pada masa pandemi, dapat membatu
dalam upaya ketahanan ekonomi keluarga. Karena yang saya ketahui bahwa tidak
semua istri ASN berstatus sebagai wanita bekerja. Ada banyak diantara mereka
yang menjadi ibu rumah tangga. Sehingga program UMKM sangat membantu apalagi di
masa pandemi.
Disamping itu, dampak pada keluarga juga sangat
baik. Saya lebih banyak memahami psikologi anak dan lebih merasa bersyukur
menjadi seorang istri ASN. Jika tidak, saya tidak akan pernah memiliki
kesempatan belajar bersama wanita-wanita hebat di organisasi wharma wanita persatuan
kota Lubuk Linggau. Saya juga merasa bangga bahwa tidak semua wanita
seberuntung saya yang mengenakan baju orange kebanggaan ibu-ibu istri ASN. Semoga
dharma wanita persatuan kota Lubuk Linggau terus maju dan terus memberikan
edukasi pada istri-istri ASN di wilayah kota Lubuk Linggau.
Nama : Echa Sriyanti
Nama
suami : Adi Wijaya Kesuma,
S.Kom
Instansi : Dinas Ketahanan Pangan
Tanggal
Menikah : 14 September 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung